MOJO PAHIT
KERAJAAN MAJAPAHIT
Disusun oleh :
Kelompok 5
Fajri Kurniawan
Mas Ulan Dyva
Windi
Puan Maharani
Cinta Silvia
Nikmatul Husni
Fikri Amarta
SMAN 1 AMPEK ANGKEK
KAB AGAM
2017
Kerajaan Majapahit:
Ibu kota : Majapahit, Wilwatikta
(Trowulan)
Bahasa
: Jawa Kuno, Sansekerta
Agama
: Hindu, Buddha
Pemerintahan : Monarki
Raja
: - Kertarajasa Jayawardhana (1295-1309)
- Girindrawardhana (1478-1498)
Sejarah : - penobatan Raden Wijaya
(10 November 1293)
- Invasi Demak (1527)
Mata Uang : Koin emas dan perak,
kepeng
(koin perunggu yang diimpor dari Tiongkok
Peta Wilayah Kekuasaan Majapahit

¡ Majapahit
adalah sebuah kerajaan
kuno di Indonesia
yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya
pada masa kekuasaan Hayam
Wuruk,
yang berkuasa dari tahun 1350
hingga 1389.
Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lainnya di semenanjung
Malaya, Borneo, Sumatra, Bali, dan Filipina.
¡ Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terakhir di semenanjung
Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari
negara terbesar dalam sejarah
Indonesia. Kekuasaannya terbentang di Sumatra, semenanjung
Malaya, Borneo dan Indonesia timur, meskipun wilayah
kekuasaannya masih diperdebatkan
Sumber-sumber sejarah:
Sumber-sumber
sejarah yang menjelaskan tentang kerajaan Majapahit sebagian besar berupa kitab
sastra yaitu seperti:
1
Kitab Pararaton, selain menceritakan tentang raja-raja
Singosari juga menjelaskan tentang raja-raja Majapahit.
2
Kitab
Negarakertagama yang ditulis Mpu
Prapanca pada tahun 1365 menjelaskan tentang keadaan kota Majapahit, daerah
Jajahannya dan perjalanan Hayam Wuruk mengelilingi daerah kekuasaannya.
3
Kitab
Sundayana menjelaskan tentang perang Bubat.
4
Kitab Usaha
Jawa menjelaskan tentang penaklukan pulau
Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar. Disamping sumber sejarah di atas, sumber
sejarah peninggalan Majapahit juga berupa seni bangunan seperti candi, pintu
gerbang atau gapura, pemandian atau pertirtaan.
5
Sedangkan sumber
dari luar negeri diperoleh dari berita-berita Cina yaitu seperti berita yang
ditulis pada masa dinasti Ming (1368-1643) dan berita dari Ma-Huan dalam bukunya
Ying Yai menceritakan tentang keadaan masyarakat dan kota Majapahit tahun 1418
serta berita dari Portugis tahun 1518. Dari sumber-sumber tersebutdi atas,
dapat diketahui pemerintahan raja-raja Majapahit, kehidupan sosial,ekonomi,
serta peninggalan budaya-budaya Majapahit.
Sejarah Berdirinya Majapahit

Arca Harihara,
dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa.
Berlokasi semula di Candi Simping, Blitar,
kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia.
n Sesudah Singhasari
mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada
tahun 1290, Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Hal
ini menjadi perhatian Kubilai Khan,
penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia
mengirim utusan yang bernama Meng Chi ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara,
penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir, menolak untuk membayar upeti dan
mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.
Kubilai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.
Ketika itu, Jayakatwang,
adipati Kediri, sudah membunuh Kertanagara. Atas
saran Aria Wiraraja,
Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya,
menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri. Raden Wijaya
kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun
desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan
rasa "pahit" dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongolia tiba, Wijaya
bersekutu dengan pasukan Mongolia untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden
Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik
pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori
asing. Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin
muson agar dapat pulang, atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan
lagi di pulauyangasing. Tanggal pasti yang
digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan
Raden Wijaya sebagai raja, yaitu pada tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan
dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Dalam rangka mewujudkan pemerintahan
yang kuat, maka Raden Wijaya melakukan berbagai tindakan yaitu membangun
Majapahit sebagai pusat pemerintahan, seperti mengawini keempat putri
Kertanegara dan membalas jasa dengan memberikan kekuasaan kepada para sahabat
dan pengikutnya. Sebagai contoh: Ranggalawe diangkat menjadi Adipati Tuban;
Sora menjadi penguasa di Daka (Kediri) sedangkan Nambi menjabat sebagai patih
hamangkubhumi (perdanamenteri) di istana. Kerajaan ini menghadapi masalah.
Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan
Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak
berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk
menjatuhkan semua orang terpercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi
tertinggi dalam pemerintahan. Karena fitnah dari Mahapati
akhirnya Sora tewas dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah
tahun 1298-1300. Adapun Nambi beserta keluarganya dibinasakan setelah
memberontak tahun 1316. Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.
Anak dan penerus Wijaya, Jayanegara,
adalah penguasa yang jahat dan amoral. Ia digelari Kala Gemet, yang
berarti "penjahat lemah". Pemberontakan juga muncul pada masa pemerintahan
Jayanegara (Kala Geret), karena Jayanegara adalah raja yang lemah. Diantara
pemberontakan tersebut yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti tahun
1319, tetapi akhirnya dapat dipadamkan oleh pasukan Bhayangkari yang dipimpin
Gajah Mada. Atas jasanya Gajah Mada menjadi patih Kahuripan tahun 1319 dan
selanjutnya tahun 1321 diangkat menjadi patih Daha.
Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca.
Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca.
Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni
seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri
dari istana dan menjadi pendeta wanita. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit.
Pemberontakan terhadap Majapahit tetap muncul, pada masa pemerintahan Tribuana
Tungga Dewi yaitu seperti pemberontakan Sadeng dan Keta di daerah Besuki tahun
1331. Dan pemberontakan tersebut juga berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada. Atas
jasa tersebut maka Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih Majapahit tahun 1333.
Pada saat pengangkatan tersebut, Gajah Mada mengucapkan suatu sumpah Palapa.
Dengan adanya Sumpah Amukti Palapa, maka Gajah Mada bercita-cita
mempersatukan wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit .
Sehingga untuk mewujudkan sumpah tersebut, pasukan Majapahit yang dipimpin
Gajah Mada dan dibantu oleh Adityawarman melakukan politik
ekspansi/penyerangan keberbagai daerah dan berhasil. Atas jasanya Adityawarman
diangkat menjadi Raja Melayu tahun 1347 untuk menanamkan
pengaruh Majapahit di Sumatera. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit
berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. Tribhuwana
menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh
putranya, Hayam Wuruk
Pada tahun 1350, Majapahit diperintah oleh Hayam Wuruk. Ia bergelar Rajasanegara dan dalam menjalankan pemerintahan yang didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada, Adityawarman dan Mpu Nala sehingga pada masa tersebut Majapahit mencapai puncak kebesarannya, karena daerah kekuasaannya hampir meliputi seluruh Nusantara dan Majapahit berkembang sebagai kerajaan maritim sekaligus kerajaan agraris

n Hayam Wuruk, juga disebut
Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350
hingga 1389. Pada masanya, Majapahit mencapai puncak
kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313–1364),
Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.. Apa yang dicita-citakan oleh Gaja
Mada melalui sumpahnya dapat terlaksana kecuali kerajaan Pajajaran (Sunda)
yang belum dikuasainya. Dalam rangka menguasai kerajaan Pajajaran tersebut,
Gajah Mada melakukan Politik perkawinan yang berakibat
terjadinya peristiwa Bubat tahun 1357. Untuk menjaga keamanan
dan memelihara kesatuan daerah kekuasaannya maka Majapahit memperkuat armada
lautnya di bawah pimpinan Mpu Nala. Dan juga berusaha menjalin persahabatan
dengan negara-negara tentangga yang diistilahkan Mitrekasatata yang
berarti sahabat atau sahabat sehaluan atau hidup berdampingan secara damai.
Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah
kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang,
menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya.
Jenderal terkenal Majapahit lainnya adalah Adityawarman,
yang terkenal karena penaklukannya di Minangkabau.
Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.
Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.
Kebudayaan

A.Kehidupan Ekonomi
q Majapahit merupakan negara agraris dan
sekaligus negara perdagangan. Majapahit memiliki pejabat sendiri
untuk mengurusi pedagang dari India dan Tiongkok yang
menetap di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit
di Jawa.
q Menurut catatan Wang Ta-yuan, pedagang
Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan
burung kakak tua, sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak,
sutra, barang keramik, dan barang dari besi. Mata uangnya dibuat dari campuran
perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga[19].
Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, biarawan Katolik Roma dari
Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321,
menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan
permata.
B.Kehidupan Politik
Majapahit memiliki struktur pemerintahan
dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, dan
tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah selama
perkembangan sejarahnya. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia
memegang otoritas politik tertinggi.
Raja dibantu oleh sejumlah pejabat
birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan, dengan para putra dan kerabat dekat
raja memiliki kedudukan tinggi. Perintah raja biasanya diturunkan kepada
pejabat-pejabat di bawahnya, antara lain yaitu:
l Rakryan Mahamantri Katrini, biasanya dijabat putra-putra raja
l Rakryan Mantri ri Pakira-kiran, dewan menteri yang melaksanakan
pemerintahan
l Dharmmadhyaksa, para pejabat hukum keagamaan
l Dharmma-upapatti, para pejabat keagamaan
Dalam Rakryan Mantri ri Pakira-kiran
terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan Mapatih atau Patih
Hamangkubhumi. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana menteri yang
bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. Selain
itu, terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para
sanak saudara raja, yang disebut Bhattara
C.Pembagian Wilayah
l Di bawah raja Majapahit terdapat pula
sejumlah raja daerah, yang disebut Paduka Bhattara. Mereka biasanya
merupakan saudara atau kerabat dekat raja dan bertugas dalam mengumpulkan
penghasilan kerajaan, penyerahan upeti, dan pertahanan kerajaan di wilayahnya
masing-masing. Dalam Prasasti Wingun Pitu (1447 M) disebutkan bahwa pemerintahan
Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan, yang dipimpin oleh seseorang yang
bergelar Bhre. :
D.Raja-raja Majapahit
terdapat periode kekosongan antara
pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin
diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit
menjadi dua kelompok
D.Kehidupan
Sosial Budaya
Kehidupan keagamaan Majapahit berjalan
dengan baik, bahkan tercipta toleransi. Hal ini seperti apa yang diceritakan
oleh Ma-Huan tahun 1413, bahwa masyarakat Majapahit di samping beragama Hindu,
Budha juga ada yang beragama Islam, semuanya hidup dengan rukun. Dari berita
Ma-Huan tersebut dapat diketahui bahwa pengaruh Islam sudah ada di kerajaan
Majapahit. Kehidupan sosial yang penuh dengan toleransi juga dibuktikan melalui
kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular yang didalamnya ditemukan kalimat
“Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharmamangrua
Sekian dan Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar